Makalah
Penilaian Hasil
Hutan Medan, Oktober
2019
KARAKTERISTIK DAN MANFAAT EKONOMI HASIL HUTAN BUKAN
KAYU (HHBK) TUMBUHAN TUNJUK
LANGIT
(Helminthostachys
Zeylanica)
Dosen Penanggung Jawab:
Dr.
Agus Purwoko, S. Hut., M. Si.
Oleh :
M. Ikhwan
M. Ikhwan
171201096
BUDIDAYA HUTAN 5
PROGRAM STUDI
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Hutan
adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya hayati
yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu
dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan fungsinya hutan dibagi
menjadi tiga kelompok yaitu hutan lindung, hutan produksi dan hutan konservasi.
Keberadaan hutan menjadi potensi sumber daya alam yang menguntungkan bagi
devisa negara. Di samping itu hutan memiliki aneka fungsi yang berdampak
positif terhadap kelangsungan kehidupan manusia. Melalui kumpulan
pohon-pohonnya, hutan mampu memprduksi Oksigen (O2) yang diperlukan bagi kehidupan
manusia dan dapat pula menjadi penyerap karbondioksida (CO2) sisa hasil
kegiatan manusia, atau menjadi paru-paru wilayah setempat bahkan jika
dikumpulkan areal hutan yang ada di daerah tropis ini, dapat menjadi paru-paru
dunia (Kusumaningtyas dan Ivan, 2010).
Indonesia
merupakan negara seribu pulau dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi.
Dikatakan sebagai negara seribu pulau karena Indonesia memiliki pulau kurang
lebih 17.000 pulau dengan tipe ekosistem pada setiap
pulau yang umumnya berbeda dan memiliki karakteristik tersendiri. Indonesia
juga memiliki keragaman pesisisr pantai, mulai dari pantai landau hingga curam, pantai berlumpur, berpasir, dan berbatu. Salah satu ekosistem hutan dipesisir pantai adalah jenis hutan mangrove, hutan pantai, hutan bukit pantai, dan hutan rawa pantai (Onrizal, 2010).
pulau yang umumnya berbeda dan memiliki karakteristik tersendiri. Indonesia
juga memiliki keragaman pesisisr pantai, mulai dari pantai landau hingga curam, pantai berlumpur, berpasir, dan berbatu. Salah satu ekosistem hutan dipesisir pantai adalah jenis hutan mangrove, hutan pantai, hutan bukit pantai, dan hutan rawa pantai (Onrizal, 2010).
Tumbuhan paku merupakan
kelompok tumbuhan yang termasuk dalam divisi Pteriodophyta. Tumbuhan paku
menyenangi daerah yang lembab. Tumbuhan paku dikelompokkan dalam satu divisi
yang jenis-jenisnya telah jelas mempunyai kormus dan dapat dibedakan dalam tiga
bagian pokok yaitu akar, batang, dan daun. Cara untuk mengenal tumbuhan paku
yaitu umumnya dicirikan oleh pertumbuhan pucuknya yang melingkar. Disamping itu
pada permukaan bawah daunnya ada bintik-bintik yang kadangkadang tumbuh teratur
dalam barisannya, menggerombol dan tersebar. Bintik-bintik itu adalah kotak
spora yang dikenal dengan istilah sporangium. Dengan spora ini tumbuhan paku
dapat memperbanyak diri. Secara tidak langsung, kehadiran tumbuhan paku turut
memberikan manfaat dalam memelihara ekosistem hutan antara lain, membantu
menjaga lahan pegunungan terhadap bahaya erosi serta mengatur tata guna air
dalam tanah sehingga membuat tanah tetap lembab (Sujalu, 2014).
Tumbuhan
paku yang sering digunakan sebagai tanaman hias adalah family Licopodiinae
karena tumbuhan suka panas, serta tumbuhan paku yang sering digunakan dalam
pembuatan karangan bunga adalah paku kawat (Lycopodium sp.).
Helminthostachyszeylanica merupakan salah satu tumbuhan paku yang telah lama
digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional (Fitryadan Anwar, 2009).
1.2 Rumusan
Masalah
1. Tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
2. Klasifikasi
tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys
zeylanica)
3. Apa manfaat
tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys
zeylanica)
4. Tempat Tumbuh tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
5. Karakteristik tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
6. Distribusi atau
penyebaran tumbuhan
Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
7. Kegunaan tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
8. Kandungan kimia tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
9. Uji biologi tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys
zeylanica)
1.2
Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
2. Untuk mengetahui klasifikasi tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
3. Untuk mengetahui manfaat tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
4. Untuk mengetahui tempat tumbuh tumbuhan
Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
5. Untuk mengetahui karakteristik tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys
zeylanica)
6. Untuk mengetahui distribusi atau penyebaran tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
7. Untuk mengetahui kegunaan tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys
zeylanica)
8. Untuk mengetahui kandungan kimia tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys zeylanica)
9. Untuk mengetahui uji biologi tumbuhan Tunjuk Langit (Helminthostachys
zeylanica)
BAB II
ISI
2.1 Tumbuhan
Tunjuk Langit (Helminthostachys
Zeylanica)
Salah satu jenis
tumbuhan paku yang memiliki nilai penting sebagai obat adalah Helminthostachys
zeylanica. Jenis ini adalah tumbuhan pakis terestrial yang merupakan tumbuhan
asli di Asia Tenggara dan Australia yang umumnya dikenal dengan nama rawu
bekubang, jajalakan, pakis kaler, kamraj, tukod langit, pokok tunjuk langit,
manon atau bute-bute. Helminthostachys merupakan marga yang monotipik dan
Helminthostachys zeylanica adalah satu-satunya jenis dalam marga ini. Nama
Helminthostachys berasal dari bahasa Yunani kuno Helminen yang berarti cacing,
dan stachys yang berarti telinga. Sedang nama penunjuk jenisnya yaitu zeylanica
mengacu pada asal ditemukan untuk pertama kali jenis ini yaitu Ceylon (Sri
Lanka). Jenis ini memiliki beberapa sinonim yaitu Osmunda zeylanica L.
Botrychium zeylanicum (L.) Sw., Helminthostachys dulcis Kaulf., H. crenata
Presl, H. integrifolia Pres!. Akar Helminthostachys zeylanica adalah obat yang
sangat populer di Cina, dimana akar tersebut dikenal sebagai "gong wu
di". Akar ini biasanya dipanen pada saat musim hujan yaitu pada bulan
Juli-Agustus. Namun hanya tumbuhan liar saja yang dipanen. Di Malaysia tumbuhan
ini juga banyak digunakan terutama sebagai obat, selain itu juga sebagai
sayuran.
2.2 Klasifikasi
Kingdom : plantae
Class : Polypodiopsida
Ordo : Ophioglossales
Family :
Ophioglossaceaea
Genus :
Helminthostachys
Spesies
: Helminthostacchys Zeylanica
2. 3
TEMPATTUMBUH
H. zeylanica tumbuh
secaraa terestrial di tempat yang lembab, di rawa terbuka, di sepanjang tepi
sungai berpasir atau berlumpur atau di lereng-Iereng yang kava humus di tempat
yang agak ternaung. Ditemukan mulai dari tepi pantai sampai ketinggian 1.000 m
dpl. Di alam agak susah ditemukan dan biasanya tumbuh seeara berkelompok (de
Winter dan Amorosa, 1992).
2.4 KARAKTERISTIK
Paku
terestrial; akar rimpang menjalar pendek, diameter sampai 7 mm, tidak
bereabang. Daun satu atau 2 pada setiap musim tumbuh; panjang tangkai daun
10-60 em, ber~aging, hijau atau eoklat keunguan; helaian daun majemuk menyirip
atau agak menjari, 5-25 em X 10-50 mm, berdaging; anak daun bangun belah
ketupat atau delta, panjang 10-18 em dan lebar 2-4 em, bertangkai pendek atau
semi duduk, dengan euping ujung dan pasang euping lateral yang duduk, euping
lanset, bagian pangkal bentuk segitiga terbalik, ujung meruneing. Bulir
silindris, 7-13 em X 6-7 mm, tangkai bulir 7-20 em, menjulang dari ujung tangkai
daun, mendukung sporangia (de Winter dan Amorosa, 1992).
2. 5 DISTRIBUSI / PENYEBARAN
H.
zeylanica tersebar luas mulai India, Sri Lanka, Cina Selatan dan Taiwan, Asia
Tenggara sampai Australia tropik dan Pasifik (de Winter dan Amorosa, 1992).
Berdasarkan hasil eksplorasi Kebun Raya Bogor, di Indonesia jenis ini ditemukan
di Sumatra (Sumatra Barat), Kalimantan (Kalimantan Barat), Sulawesi (Pulau Batudaka
di Sulawesi Tengah dan Pulau Buton di Sulawesi Tenggara). Dixit (1984) dan
Singh (1999) menyebutkan bahwa H. zeylanica termasuk tumbuhan obat yang sudah
langka (endangered). Di Assam Selatan hanya ditemukan di daerah hutan Cagar
Alam Churaibari Tilbhum. Tumbuhan ini hanya terdapat di beberapa negara. Dengan
kondisi seperti ini maka tindakan untuk melestarikan jenis ini sangatlah
penting. Untuk itu upaya perbanyakannya perlu dilakukan. Guna memperoleh bibit
tumbuhan H. zeylanica ini lebih eepat dan dalam jumlah banyak dapat dilakukan
dengan perbanyakan seeara in vitro.
2.6 KEGUNAAN
H. zeylanica digunakan
sebagai sumber makanan, obat, dan serat. Daun dan tangkai daun mudanya dimakan
mentah atau dimasak seperti salad. Akar rimpangnya untuk obat desentri,
katarak, TBC stadium awal, batuk, sipilis, malaria, serta untuk laksatif dan
tonik. Selain itu tumbuhan ini juga mempunyai kegunaan lain yaitu tangkai
daunnya dapat digunakan untuk kerajinan tangan dan bahan anyaman. Selain itu
juga ditanam sebagai tanaman hias.
Tunjuk
langit (Helminthostachys zeylanica (L.) Hook) adalah tumbuhan paku-pakuan yang
telah lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Bagian akar dari
tumbuhan ini digunakan sebagai obat batuk 100 hari, disentri, penyakit hidung
atau tenggorokan dan permulaan penyakit paru-paru. Selain itu juga digunakan
sebagai obat kuat dan impotensi. Sedangkan batangnya untuk obat diare. Heyne
(1987) melaporkan bahwa tunjuk langit dapat digunakan sebagai obat pening,
batuk rejan, disentri dan luka. Akar tunjuk langit seeara tradisional telah
digunakan oleh masyarakat Inderalaya sebagai salah satu bahan dari eampuran
obat penyakit kanker. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat di
kabupaten Lahat, rebusan akarnya dapat digunakan sebagai obat penambah darah,
daunnya digunakan sebagai obat penghangat tubuh dan sporanya digunakan sebagai
obat pusing. Napralert (2003) juga melaporkan aktivitas biologis dari tumbuhan
tunjuk langit, diantaranya eairan dari tumbuhan tunjuk langit memiliki aktivitas
antivirus dan batangnya memiliki aktivitas antidiare tetapi bagian tumbuhan
tunjuk langit dalam ekstrak etanol 95% dengan bakteri Escherechia coli dan
Staphylococcy aureus tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Masyarakat di
India menggunakan akar tunjuk langit sebagai obat kuat dan impoten. Di Malaysia
batangnya digunakan sebagai obat diare, mengatasi pendarahan pada hidung dan
akarnya digunakan untuk mengobati penyakit batuk rejan dengan eara memakan
bagian akar yang telah ditumbuk halus bersama dengan'buah pinang. Akar tunjuk
langit juga telah digunakan oleh suku Kattunaikan, Kerala untuk mengobati
berbagai penyakit pada hati. Daunnya dikeringkan dan diasap untuk mengobati
mimisan. Daun mudanya selain dapat dimakan, juga dapat digunakan untuk obat euei
perut (Chopra et aI, 1969;. Dixit dan Vohara, 1984), selain digunakan untuk
mengobati linu pada panggul. Jus daunnya mengurangi leeet di lidah dan rimpang
digunakan untuk mengobati impotensi dan penyakit kuning (Am basta, 1986; Jain
1991; Asolkar etal, 1992). Rimpangnya dipakai orang sebagai bahan pengobatan di
Cina dan Indonesia. Biasanya rimpang I tersebut digunakan untuk obat disentri,
katarak, malaria, linu panggul, dan juga sebagai ( Obat euei peruttonik dan
ringan (Kholia dan Punetha 2005).
Sky fruit atau biasa disebut buah tunjuk langit,
adalah buah yang bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung banyak protein,
mineral, vitamin, enzim, karbohidrat, asam lemak esensial dan nutrisi penting
lainnya untuk tubuh. Buah ini juga sering dikenal sebagai biji mahoni. Untuk
mengonsumsinya, biji mahoni atau buah tunjuk langit harus dipecah terlebih dulu
dengan palu dan kemudian ditumbuk menjadi bubuk halus. Berikut adalah khasiat
buah tunjuk langit untuk kesehatan, seperti dilansir Boldsky, sebagai berikut : Alergi kulit
Masalah jantung
Mengatasi kram
menstruasi
Sembelit
Penyakit hati
Bau mulut
Diabetes
Disfungsi ereksi
2.8 KANDUNGAN
KIMIA
Berdasarkan uji fitokimia tumbuhan ini
mengandung saponin, flavonoid dan fenolik (Anonim, 2005). Tumbuhan tunjuk
langit kava akan metabolit sekunder yang berpotensi aktif seeara biologis. Uji
fitokimia menunjukkan tumbuhan tunjuk langit mengandung steroid, flavonoid
saponin dan polifenol. Uji aktivitas sitotoksik dengan metoda brine shrimp lethality
test (BSLT) fraksi etilasetat akar tumbuhan tunjuk langit menunjukkan nilai
LC50 adalah 27 ppm (Fitrya dan Anwar, 2006). Diketahui ada korelasi yang
positif antara aktivitas sitotoksik dan antioksidan dengan aktivitas antikanker
(Anwar, 2004). Akar H. zeylanica mengandung selusin flavonoid yang berbeda, zat
organik dan senyawa nitrogen bebas yang memainkan peran penting dalam
metabolisme tanaman. Zat-zat tersebut adalah antioksidan kuat yang pada manusia
sangat penting untuk metabolisme vitamin C dalam mempertahankan integritas
dinding kapiler serta memiliki sifat anti-kanker.
2.9 UJI
BIOLOGI
Heminthostachys zeylanica untuk pengobatan
modern penelitian tentang Helminthostachys zeylanica sehubungan dengan
kegunaannya sebagai obat telah dilakukan. Penelitian evaluasi efek
hepatoprotektif dari ekstrak metanol rimpang H. zeylanica dengan karbon
tetraklorida (CCI4) untuk menginduksi kerusakan hati tikus Wistar menunjukkan
bahwa efek hepatoprotektif signifikan terhadap CCI4 terhadap kerusakan hati.
Dengan pemberian oral ekstrak metanol H. zeylanica sebagaimana terlihat dari
tingkat penurunan enzim serum dan arsitektu r hati normal di kelompok perlakuan
dibandingkan denga n kontrol. Ekstrak itu efektif dalam meningkatkan aktivitas
koleretik tikus normal yang dibius. Hal ini juga dipersingkat induksi
hexobarbitone terhadap waktu tidur tikus yang meningkat sebesar perlakuan CCI4,
selain menunjukkan pengaruh yang signifikan antilipid peroxidan. Dengan
demikian, studi ini memberikan dasar pemikiran ilmiah untuk penggunaan tumbuhan
ini secara tradisional dalam pengelolaan penyakit hati {Suja etal, 2003}.
Penelitian uji aktivitas antikanker secara in vitro dengan sel Murine P-388
senyawa flavonoid dari fraksi etilasetat akar tumbuhan tunjuk langit telah
dilakukan. Uji aktivitas antikanker dilakukan dengan metode bioassay
menggunakan sel murine P-388. {Fitrya dan Anwar, 2009}. Uji aktivitas
antikanker terhadap sel murinee leukemia P388 senyawa flavonoid hasil isolasi
menunjukkan aktivitas yang mencolok dengan nilai IC 50 2,4 Ilg/ml. Nilai ini
menunjukkan bahwa senyawa flavonoid sangat aktif sebagai antikanker. Kuatnya
aktivitas antikanker dinyatakan sebagai berikut: 1. IC 50 5llg/ml = sangat
aktif 2. IC 50 5-10 Ilg/ml = aktif 3. IC 50 11-30 Ilg/ml = sedang 4. IC 50 >30
Ilg/ml = tidak aktif.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Tunjuk
langit (Helminthostachys zeylanica (L.) Hook) adalah tumbuhan paku-pakuan yang
telah lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional.
2.
berdasarkan
uji fitokimia tumbuhan ini (H. zeylanica) mengandung saponin, flavonoid dan
fenolik.
3.
Khasiat
dari tumbuhan ini yaitu akar rimpangnya untuk obat desentri, katarak, TBC
stadium awal, batuk, sipilis, malaria, serta untuk laksatif dan tonik.
4.
Tumbuhan
ini berkarakteristik sebagai paku terestrial; akar rimpang menjalar pendek,
diameter sampai 7 mm, tidak bereabang.
5.
H. zeylanica
tumbuh secaraa terestrial di tempat yang lembab, di rawa terbuka, di sepanjang
tepi sungai berpasir atau berlumpur atau di lereng-Iereng yang kava humus di
tempat yang agak ternaung.
3.2 Saran
Sebaiknya tumbuhan ini dapat perhatian khusus dan
dapat dibudidayakan agar dapat dipergunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
DAFTAR
PUSTAKA
Ambasta, S.P. 1986.
The useful plants of India, CSIR. New Delhi.
Anonim, 2005,
Helminthostachys zeylanica Hook, www.pom . go . id-helmintho sytachyszeylanica
hook/ manoon-M icrosoft Internet Explorer, Diakses pada 20 oktober 2019.
Anwar, L., 2004,
Peran Flavonoid sebagai Antioksidan Alami Terhadap Peningkatan Kesehatan,
Buletin Kimia FMIPA UNSRI, Penerbit Jurusan Kimia UNSRI, Sumatera Selatan.
Asolkar, L.V., K.K.
Kokor and O.J. Clerke. 1992. Glossary of Indian Medicinal Plants with Active
Principles. Part I (A-K). CSIR Publication. New Delhi.
Chopra, R.N., I.e.
Chopra and B.S. Verma . 1969. Supplement to Glossary of Indian Medicinal
Plants. New Delhi. Warta Kebun Raya 11 (1 ) 1 Mei 2011.
De Winter, W.P. and
V.B. Amorosa (Editors). 1992. Ferns and Fern Allie.s. Plant Resources of South
'of EastAsia No.15 (2). Bogor. lndonesia.
Dixit, R.D. 1984. A
Census of the Indian Pteridophytes. Deep Printers. New Delhi.
Dixit, R.D. and
J.N. Vohara. 1984. A Dictionary of Indian Pteridophytes. BSI. Howrah.
Fitrya and L.
Anwar. 2006. Isolasi Senyawa Aktif Sitotoksik dari Fraksi Etilasetat Akar
Tumbuhan Tunjuk Langit (Helmynthostachis zeylanica Linn), Laporan Penelitian
DIPA. UniversitasSriwijaya.
Heyne, K. 1987.
Tumbuhan Berguna Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan,
Yayasan Sarana Wana Jaya. Bogor.
Jain, S.K. 1991. Dictionary
of Indian Medicine and Ethnobotany. Deep Publ. New Delhi.
Jalil, J., A.
Abidin and T.S. Chye. 1986. Phytochemical Study of Ophioglosaceae Family
Species. Proceeding Malays Biochemistry Sociaty Conference. Fakultas Sains
Hayati Universitas Kebangsaan Malaysia. Bangi. Malaysia.
Kholia, B.S. and N.
Punetha. i 005 . Useful Pteridophytes of Kumaon (Central Himalaya, India).
Indian fern Journal. 22: 1-6.
Kurniawati, M.
2003. Isolasi Steroid dari Fraksi Aktif Sitotoksik Akar Tunjuk Langit
(Helminthostachys zeylanica (L.) Hook), Kimia FMIPA UNSRI, Sumatera Selatan.
Markham, K.R .,
1988, Cara Mengidentifikasi Flavonoid, Penerbit ITB, Bandung.
Napralert . 2003.
Informasi Tumbuhan Helminthostachys zeylanica Hook. Fakultas Farmasi.
Universitas Andalas Padang.
Shastri, P., A.
Shukla and P. B. Khare. 2005. In vitro Callusing of the Leaf Premordium of
Pteris vittata L.lndian FernJ. 21:152-156.
Singh, H.B. 1999.
Potential Medicinal Pteridophytes of India and their Chemical Constituents.
J. fcon. Tax. Bot.
23(1):63-78. Singh, V.K., Z.A. Ali, S.T.H. Zaidi and M.K. Siddiqui. 1996.
Fitoterapia. Departement Botany Aligarh Muslim Universitas Aligarh.
lndia Suja, S.R.,
P.G. Latha, Pushpanga and S. Rajasekharan. 2003. Evaluation of Hepatoprotective
Effects of Helminthostachys zeylanica (L.) Hook Against Carbon
Tetrachlorideinduced Liver Damage in Wistar Rats. ww .answers.com/ topic/
helminthostachys-1. Diakses pada 20 oktober 2019.

